Biaya Pinjaman (PSAK 26)

Standar Akuntansi

Akuntansi biaya pinjaman diatur dalam PSAK No. 26 (Biaya Pinjaman) 2011, IAS 23 Borrowing cost.

Perlakuan Akuntansi Biaya Pinjaman

Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi, atau produksi aset kualifikasiandikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya Pinjaman lainnya diakui sebagai beban.

Definisi

Aset kualifikasian :

Aset yang membutuhkan waktu yang cukup lama agar siap untuk digunakan sesuai dengan maksudnya atau dijual. Beberapa contoh dari aset kualifikasian adalah sbb :

  1. Persediaan.
  2. Pabrik.
  3. Fasilitas pembangkit listrik.
  4. Kebun.
  5. Dan aset yang lain yang memenuhi kriteria aset kualifikasian.

Aset keuangan dan persediaan yang dipabrikasi atau diproduksi dalam jangka waktu pendek bukan merupakan aset kualifikasian.

Biaya Pinjaman:

Biaya pinjaman adalah bunga dan biaya lain yang ditanggung perusahaan sehubungan dengan peminjaman dana. Biaya pinjaman dapat meliputi :

  1. Beban bunga
  2. Beban bunga dalam sewa pembiayaan yang diakui sesuai dengan PSAK 30 : Sewa
  3. Selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian atas biaya bunga.

Pengakuan

Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung adalah biaya pinjaman yang dapat dihindari jika pengeluaran atas aset kualifikasian tidak dilakukan:

1.Jika perusahaan meminjam dana ke bank dengan fasilitas kredit investasi khusus untuk membangun aset kualifikasian tertentu, maka besarnya biaya pinjaman yang dapat dikapitalisasi adalah sebesar :

Biaya pinjaman aktual – penghasilan investasi atas investasi temporer dari pinjaman tersebut

Perjanjian Kredit untuk KI dapat membuat perusahaan memperoleh dana pinjaman dan menanggung biaya pinjaman terkait sebelum dana tersebut digunakan untuk investasi, dalam kondisi tersebut dana pinjaman seringkali diinvestasikan terlebih dahulu sambil menunggu dana tersebut digunakan untuk investasi.

Dalam menentukan jumlah biaya pinjaman yang dapat dikapitalisasi selama suatu periode, maka setiap penghasilan investasi yang diterima atas dana tersebut dikurangkan dari biaya pinjaman yang terjadi.

2.Jika perusahaan meminjam dana secara umum lalu menggunakannya untuk memperoleh aset kualifikasian, maka perusahaan menentukan biaya pinjaman yang dikapitalisasi dengan menerapkan tarif kapitalisasi terhadap pengeluaran atas aset tersebut.

Tarif kapitalisasi adalah rata-rata tertimbang biaya pinjaman atas saldo pinjaman selama periode diluar pinjaman spesifik untuk memperoleh aset kualifikasian. Jumlah biaya pinjaman dikapitalisasi selama suatu periode tidak boleh melebihi jumlah biaya pinjaman yang terjadi pada periode tersebut.

Sumber :

  • Intermediate Accounting

            Kieso, Weygandt, Walfield, 13th edition, John Wiley

  • PSAK 26 (2011)

            Dewan Standar Akuntansi Keuangan, Ikatan Akuntan Indonesia, Penerbit Salemba

  • International Financial Reporting Standards A practical guide

            Hennie Van Greuning, Fourth Edition, The World Bank

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s