Cash Flow Analysis (Part 2)

Selain bergantung dengan Company Life Cycle (dibahas di sini), cash flow perusahaan juga tergantung dengan faktor lain – faktor lain seperti : bidang usaha, struktur pendanaan, kondisi internal perusahaan dll. Pada tulisan kali ini akan dibahas mengenai hubungan cash flow dengan bidang usaha, perusahaan yang bergerak pada bidang usaha yang berbeda memiliki karakteristik cash flow yang berbeda-beda pula.

Berikut adalah contoh analisa cash flow untuk bidang usaha tertentu :

I. Cash Flow from Operating Activities (CFO) perusahaan pertambangan Batubara 

Cash Flow from Operating Activities PT. ADARO, PT. Harum Energy, PT. Bukit Asam  tahun 2010 – September 2013 :

ADARO

HARUM

PTBA

Sumber : Laporan keuangan PT. ADARO, PT. PTBA dan PT. Harum Energy 2010, 2011, 2012, YTD 2013 dari website Bursa Efek Indonesia.

Harga batubara

* Garis merah adalah garis trends dari pergerakan harga batubara.

Sumber : Harga acuan batubara / coal McCloskeys

Perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha pertambangan (atau bidang usaha yang terkait dengan komoditas) cash flow nya sangat bergantung dengan harga acuan komoditas yang digunakan, seperti kita lihat di grafik diatas pada saat harga batubara mengalami peningkatan pada tahun 2011 maka sebagian besar CFO (Cash Flow from Operating Activities) perusahaan2 pertambangan batubara juga meningkat dan ketika harga batubara mengalami penurunan pada tahun 2012- YTD Q3 2013 hampir semua CFO perusahaan-perusahaan pertambangan batubara mengalami penurunan.

Besarnya dampak dari perubahan harga komoditas terhadap cash flow masing-masing perusahaan berbeda-beda, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti : kontrak penjualan (jangka panjang, spot atau kombinasi kedua nya), tipe dari customer perusahaan (pembangkit listrik, trader, perusahaan manufaktur dkk). Akan tetapi pergerakan harga acuan komoditas menjadi salah satu faktor utama yang akan mempengaruhi cash flow perusahaan.

2. Cash Flow untuk perusahaan konstruksi di Indonesia.

Cash Flow PT. Adhi Karya, PT. PP, PT. Total Bangun Persada dan PT. Wijaya Karya tahun 2010 – September 2013 :

ADHI PTPP TOTL WIKA

Sumber : Laporan keuangan WIKA, ADHI, TOTL, PTPP 2010, 2011, 2012, YTD 2013 dari Website Bursa Efek Indonesia.

Keterangan :

CFO : Cash Flow from Operating Activities.

CFI :  Cash Flow from Investing Activities.

CFF : Cash Flow from Financing Activities

Bidang usaha konstruksi adalah bidang usaha yang mempunyai karakteristik yang unik dimana pendapatan tergantung kepada kontrak yang diterima/ proyek sedang dikerjakan oleh perusahaan sehingga terdapat kemungkinan cash flow yang berbeda-beda antar perusahaan seperti yang terlihat dari gambar di atas. Untuk memproyeksikan cash flow dari perusahaan-perusahaan di bidang usaha konstruksi kita harus memperhatikan proyek yang dikerjakan dan potensi pekerjaan yang dimiliki oleh perusahaan di masa yang akan datang.

Dari dua contoh sederhana di atas, bisa disimpulkan bahwa karakteristik cash flow perusahaan juga dipengaruhi oleh bidang usahanya. Oleh karena itu ketika melakukan analisa cash flow kita juga harus memperhatikan karakteristik dari bidang usaha perusahaan sehingga analisanya bisa lebih tajam dan sesuai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s