PSAK efektif di tahun 2014

Dalam melalukan analisa terhadap laporan keuangan audit kita harus aware terhadap PSAK-PSAK yang efektif di tahun 2014 karena pasti akan berpengaruh laporan keuangan yang dimiliki oleh perusahaan.

Berikut kami sarikan beberapa PSAK yang efektif di tahun 2014 dan akan mempunyai dampak pada laporan keuangan audit :

1. ISAK 27 – Pengalihan aset dari pelanggan

Perusahaan yang akan terpengaruh terhadap PSAK ini adalah perusahaan yang bergerak dalam usaha utilitas dan juga perusahaan alih daya (namun tidak terbatas kepada pada dua jenis perusahaan tersebut saja).

Dengan adanya ISAK 27 aset dari pelanggan bisa diakui sebagai aset perusahaan dengan syarat aset pelanggan yang diakui haruslah aset yang dikuasai perusahaan dan perusahaan yang mengendalikan aset pada umumnya dapat menggunakan aset tersebut sesuai dengan keinginannya. Dampak ISAK 27 bagi Perusahaan, akan memberikan income tambahan kepada industri yang menguasainya, karena asetnya harus diakui jika memenuhi syarat- syarat di atas. Namun sebelumnya harus melakukan penilaian fair value atas aset dan dimasukan dalam revenue pada tanggal transfer/over the periode (selama koneksitas tersebut).

Sumber : IAI, ISAK 27.

2. ISAK 28 – Pengakhiran instrumen keuangan dengan instrumen ekuitas

ISAK 28 mengatur perlakuan akuntansi bagi perusahaan yang berutang atau debitur yang dalam perjalanan utangnya macet atau tidak macet, namun direstrukturisasi. Restrukturisasi itu dengan cara pihak debitur memberikan sahamnya kepada pemberi utang (kreditur), baik sebagian atau melunasi seluruh hutangnya (Debt Equity Swap).

Jika debitur akan menerbitkan saham harus diakui pada nilai wajar sahamnya dan selisih utang yang dilunasi itu merupakan gain or loss (keuntungan atau kerugian) yang diakui di laba- rugi bagi si debitur. Jika jumlah yang dilunasi lebih banyak dari nilai saham yang dikeluarkan maka yang untung debitur, sedangkan kreditur rugi.

Sumber : IAI, ISAK 28

3. ISAK 29 – Biaya pengupasan lapisan tanah tahap produksi pada pertambangan Terbuka

ISAK 29 mengatur tentang pengakuan biaya pengupasan lapisan tanah (overburden) tahap produksi pada pertambangan terbuka dimana menggantikan PSAK 33 Aktivitas Pengupasan Lapisan Tanah dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pertambangan Umum. Perusahaan yang terpengaruh merupakan perusahaan yang memiliki pertambangan terbuka.

Terdapat dua perubahan utama dalam ISAK 29. Pertama, pengakuan awal dan depresiasi ditentukan berdasarkan komponen badan bijih yang teridenfikasi dan tidak berdasarkan keseluruhan operasi tambag. Kedua, pengukuran selanjutnya diakui sebagai depresiasi berdasarkan metode unit produksi dan bukan sebagai tambahan terhadap biaya operasi berdasarkan rasio pengupasan tanah.

Sumber : IAI, ISAK 29

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s